Setahun Yang Lalu Revitalisasi Bank Sampah di Desa Pilangpayung, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan

Pilangpayung, Minggu, 20 Januari 2019 – Bank sampah di Desa Pilangpayung sebelumnya pernah dilaksanakan, namun terhenti dan hanya berjalan dua kali. Setelah dilakukan survey ternyata alasan berhenti adalah kurang sadarnya masyarakat dalam memilah sampah, dan kurang menyeluruhnya sosialisasi hingga ke masyarakat. Padahal kegiatan bank sampah sangat membantu pengelolaan sampah di Desa Pilang Payung karena tidak terdapat TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangganya dengan dibakar. Padahal, pembakaran sampah dapat menimbulkan berbagai macam dampak negatif bagi kesehatan masyarakat sekitar, maupun lingkungannya. Untuk mengurangi perilaku pembakaran, Mahasiswa Tim I KKN Universitas Diponegoro menjadikan Revitalisasi Bank Sampah di Desa Pilangpayung ini menjadi salah satu programnya. Bedanya dengan yang sebelumnya, bank sampah ini dimulai dari  kelompok pengajian di salah satu Dusun, yaitu Dusun Ngloram, yang kurang lebih terdiri dari 3 RT. Hal ini dilakukan agar pendirian bank sampah bisa optimal pada masyarakat secara keseluruhan dari kelompok kecil kemudian jika berhasil bisa dikembangkan hingga lingkung satu desa.
IMG-1932
Langkah pertama yang dilakukan adalah  sosialisasi program yang bersamaan dengan kegiatan  pengajian tahlil (Lebakan) Bapak-bapak dan Ibu-Ibu Baiturrahim di Dusun Ngloram. Sosialisasi awal ini dilakukan oleh Dian Dwi Restiani dan Listia Apriani dari Fakultas Kesehatan Masyarakat. Sosialisasi awal ini berisi tentang pentingnya Bank Sampah dan mekanisme kerja bank sampah. Masyarakat diajak agar sampah dapat dijadikan rupiah sehingga tidak memberikan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat terdorong untuk mendirikan bank sampah. Setelah sepakat untuk mendirikan Bank Sampah, dihasilkan kesepakatan nama untuk Bank Sampah di kelompok Pengajian ini, yaitu Bank Sampah “Lestari”. Langkah selanjutnya adalah pembentukan pengurus bank sampah, yang pengadaan kegiatannya akan dilakukan minggu depan, pada saat pengajian berikutnya.

Editor : Wiludjeng Roessali

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*